Pekerja di Ibu Kota Nusantara Belum Terima Upah, Anggota DPR Tegas Minta Segera Dibayarkan!

Berdasarkan kabar yang beredar, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono mengungkapkan bahwa para pejabat eselon I ke bawah yang bekerja di lembaganya belum menerima gaji selama berbulan-bulan. Hal ini dikarenakan pihak IKN masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) terkait hak keuangan dan fasilitas lainnya bagi para pejabat eselon I ke bawah.

“Kami harus jujur menyampaikan bahwa kami masih menunggu Perpres tentang hak keuangan eselon I dan turunannya pada saat ini,” kata Bambang saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR pada Senin, 3 April.

Bambang bersama Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajo mengaku baru mendapat gaji setelah 11 bulan bekerja, setelah terbitnya Perpres Nomor 13 Tahun 2023 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara pada 30 Januari 2023.

Dalam beleid itu, gaji kepala Otorita Ibu Kota Nusantara ditetapkan Rp172,7 juta, termasuk tunjangan kinerja. Selain itu, kepala Otorita IKN juga mendapatkan dana operasional senilai Rp178 juta. Sementara, sambung Bambang, gaji pejabat eselon I ke bawah sudah dibahas oleh Menko Polhukam Mahfud MD dan sedang diajukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Melihat hal itu, ia mengapresiasi para bawahannya yang tetap bekerja meski belum dibayar. “Teman-teman saya ini tangguh. Jadi, ya demikianlah kondisinya dan mereka juga tetap bekerja dengan semangat, tapi tentu saja kami juga melakukan langkah-langkah agar ini bisa dipercepat,” tuturnya.

Kendati demikian, Bambang memastikan pekerja di lapangan sudah menerima upah mereka. Anggota Komisi II DPR Ihsan Yunus sebelumnya mengungkapkan ada pekerja di IKN yang belum dibayar berbulan-bulan.

Ia pun meminta agar hak pekerja segera dibayarkan. Otorita Ibu Kota Nusantara berdiri pada 10 Maret 2022 berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. “Apalagi bulan puasa begini mau Lebaran nggak ada gajian, zalim kami Pak, kita zalim Pak. Jadi tolong dikonfirmasi apakah betul ada yang belum dibayar sampai bulanan 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan, 6 bulan, kalau belum segera bayar mumpung lagi bulan Ramadan,” ujar Ihsan soal para pekerja di Ibu Kota Nusantara.

Berita Terkini

Buntut AI Booming, Investasi Sektor Energi Bersih Diprediksi Bakal Meroket!

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya mengubah industri teknologi, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi investasi sektor energi bersih. Meningkatnya kebutuhan listrik dari pusat data membuat perusahaan mulai mencari sumber energi yang lebih stabil, efisien, dan ramah lingkungan. Pusat data yang menjadi tulang punggung pengembangan AI membutuhkan konsumsi energi besar. Kondisi ini […]

Read More
Berita Terkini

Satgas PASTI Hentikan Investasi Kripto Ilegal: YWWSDC dan RTHAE karena Tak Berizin OJK

Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) menghentikan kegiatan dua entitas yang menawarkan investasi kripto ilegal kepada masyarakat. Kedua entitas tersebut adalah YWWSDC dan RTHAE yang menjalankan penawaran investasi aset kripto serta aset keuangan digital melalui platform masing-masing. Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto menjelaskan bahwa penghentian dilakukan setelah proses klarifikasi dan verifikasi. Pemeriksaan tersebut menemukan sejumlah indikasi […]

Read More
Berita Terkini

Proyek Sampah Jadi Listrik: Strategi Terbaru Mengubah Sampah Menjadi Energi?

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah menyiapkan pengembangan Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) di 31 wilayah yang diusulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan bahwa 20 lokasi telah lolos tahapan pra-seleksi dan siap dilanjutkan ke proses pemilihan mitra teknologi dan pengembangan proyek. Sementara 11 lokasi lainnya masih memerlukan verifikasi […]

Read More