Kinerja PT Paragon Karya Perkasa Tbk sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan yang mencolok seiring meningkatnya Produksi Batu Bara. Emiten berkode PKPK ini berhasil memacu volume produksi dan penjualan sehingga laba bersih perseroan melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan kepada Bursa Efek Indonesia, hingga Desember 2025 PKPK mencatat volume penjualan batu bara sebesar 1,075 juta ton. Angka tersebut naik drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya mencapai 259.585 ton.
Kenaikan penjualan itu turut mendorong nilai transaksi menjadi Rp732,374 miliar, melonjak dari Rp202,716 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi produksi, Produksi Batu Bara PKPK juga mengalami lonjakan besar. Output batu bara perseroan mencapai 1,090 juta ton pada Desember 2025. Setahun sebelumnya, produksi hanya berada di level 272.866 ton. Peningkatan ini menegaskan adanya ekspansi aktivitas operasional yang agresif untuk memenuhi permintaan pasar.
Emiten PKPK Catat Rekor Produksi Batu Bara 2025
Meski volume dan nilai transaksi meningkat, harga jual rata rata batu bara justru turun. Pada 2025, harga rata rata tercatat sebesar Rp680.696 per ton, lebih rendah dibandingkan Rp780.921 per ton pada 2024. Namun, penurunan harga ini tertutup oleh kenaikan volume produksi dan penjualan yang jauh lebih besar.
Aktivitas penambangan juga terlihat dari pengupasan lapisan tanah atau overburden removal. Sepanjang 2025, PKPK mencatat realisasi sebesar 8,572 juta bank cubic meter. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 4,039 juta bcm pada tahun sebelumnya, mencerminkan intensitas kerja tambang yang meningkat.
Di sisi cadangan, jumlah cadangan batu bara sedikit turun dari 63,727 juta metrik ton menjadi 62,637 juta metrik ton. Sumber daya batu bara juga menurun tipis menjadi 399,637 juta ton. Meski demikian, angka tersebut masih memberikan ruang yang luas bagi keberlanjutan Produksi Batu Bara di masa mendatang.
Lonjakan operasional tersebut berbanding lurus dengan kinerja keuangan. Pendapatan konsolidasi PKPK pada 2025 mencapai Rp749,37 miliar, naik tajam dari Rp244,82 miliar pada 2024. Laba bersih perseroan tercatat Rp15,62 miliar, meningkat 136,8 persen dibandingkan Rp6,595 miliar tahun sebelumnya. Laba per saham pun naik dari 5,5 menjadi 13,02.
Kinerja ini menegaskan bahwa peningkatan Produksi Batu Bara menjadi kunci utama pertumbuhan PKPK di tengah dinamika harga komoditas global.
Lonjakan produksi untuk batu bara sepanjang 2025 menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan dan laba PKPK. Meski harga jual turun, volume yang tinggi membuat kinerja perseroan tetap tumbuh kuat. Demikian informasi seputar produksi batu bara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Scopecorner.Com.