Realisasi Investasi di Karawang Tembus Rp16,3 Triliun pada Triwulan Pertama 2024

Investasi di Karawang menunjukkan tren positif pada awal tahun 2024. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang mencatat realisasi investasi dari luar dan dalam negeri mencapai angka Rp16,3 triliun hingga triwulan pertama tahun ini. Angka ini menandakan kemajuan signifikan dalam upaya menarik investor ke wilayah Karawang.

Kepala DPMPTSP Karawang, Wawan Setiawan mengungkapkan bahwa pencapaian investasi ini sudah mencapai 38,17 persen dari target nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp42,7 triliun. “Capaian investasi hingga triwulan pertama tahun 2024 ini lebih banyak penanaman modal asing,” ujarnya saat ditemui di Karawang pada Senin lalu.

Menurut data yang disampaikan Wawan, dari total realisasi investasi sebesar Rp16,3 triliun, penanaman modal asing mendominasi dengan jumlah Rp14,649 triliun. Sementara itu, investasi dari penanaman modal dalam negeri tercatat sebesar Rp1,737 triliun. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi dari investor asing untuk berinvestasi di Karawang, yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.

Kinerja investasi yang kuat di awal tahun ini diyakini akan terus berlanjut. Wawan optimis bahwa capaian investasi di Karawang akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Ia merujuk pada realisasi investasi tahun 2023 yang mencapai Rp45,8 triliun sebagai indikasi positif tren ini.

“Kami yakin, dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang kami berikan, Karawang akan terus menjadi magnet bagi para investor baik dari dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

Investasi di Karawang tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Berbagai sektor industri, termasuk manufaktur dan logistik, diperkirakan akan terus berkembang pesat, menjadikan Karawang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.

Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan pelayanan yang cepat dan transparan melalui DPMPTSP. Dengan begitu, diharapkan lebih banyak investor yang tertarik menanamkan modal mereka di Karawang, sehingga target investasi nasional dapat tercapai.

Dengan realisasi investasi yang sudah mencapai hampir 40 persen dari target, Karawang menunjukkan potensi besar sebagai destinasi investasi yang menguntungkan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Demikian informasi seputar pertumbuhan investasi di Karawang. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Scopecorner.Com.

Ekonomi

Investasi di Kabupaten Batang Melonjak: Tercatat Realisasi Rp6,17 Triliun pada 2023

Investasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada tahun 2023 mencapai puncaknya dengan realisasi mencapai Rp6,17 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batang, Wahyu Budi Santosa. Dari jumlah investasi tersebut, sekitar Rp3,8 triliun berasal dari penanaman modal asing (PMA), […]

Read More
Ekonomi

Panduan Mudah: Investasi ORI025 Lebih Terjangkau dengan Bareksa

Bagaimana cara membeli instrumen investasi ORI025? Investor di Indonesia kini dapat melakukan pembelian Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 dengan mudah melalui platform finansial dan investasi terkemuka, Bareksa. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membeli instrumen investasi ORI025 secara online melalui Bareksa. Akses Aplikasi Bareksa: Pastikan Anda telah memiliki akun terdaftar di Bareksa. Masuk […]

Read More
Ekonomi

Tren Positif: Produksi Batu Bara Dongkrak Pertumbuhan Industri Tiongkok Pasca Pandemi

Tiongkok mempertahankan predikat sebagai produksi batu bara batu bara terbesar di dunia, dengan data terbaru dari Biro Statistik Nasional yang merilis angka produksi sebesar 4,66 miliar metrik ton pada tahun lalu, meningkat 2,9% dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan pemulihan ekonomi Tiongkok setelah tekanan panjang akibat pandemi COVID-19, dan batu bara menjadi salah satu sektor […]

Read More