Mendag Zulhas Izinkan Penjualan Stok Pakaian Bekas Impor di Pasar Senen Sampai Habis

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) mengizinkan pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, untuk menjual stok pakaian bekas impor mereka sampai habis. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan oleh para pedagang akibat pandemi COVID-19.

Keputusan Mendag ini memperbolehkan para pedagang di Pasar Senen yang selama ini mengimpor pakaian bekas dari luar negeri, terutama Jepang, untuk menjual stok mereka sampai habis. Hal ini dilakukan karena stok pakaian bekas impor ini tidak memenuhi standar kualitas dan syarat yang ditetapkan oleh Mendag. Oleh karena itu, pemerintah mengambil keputusan ini sebagai upaya menghindari masalah lebih lanjut yang mungkin muncul.

Menanggapi kebijakan ini, beberapa pihak merasa khawatir terhadap dampak lingkungan yang akan ditimbulkan akibat adanya penjualan pakaian bekas impor ini. Sebab, pakaian bekas seringkali tidak bisa didaur ulang dengan baik dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Namun, Mendag Zulhas menjelaskan bahwa kebijakan ini hanya diberikan untuk jangka waktu yang terbatas dan hanya kepada para pedagang yang telah terdaftar di Pasar Senen.

Keputusan Mendag Zulhas ini menjadi solusi bagi para pedagang yang selama ini kesulitan menjual stok pakaian bekas impor mereka. Selama pandemi COVID-19, penjualan pakaian bekas impor mengalami penurunan yang signifikan. Dengan kebijakan ini, para pedagang di Pasar Senen berharap bisa kembali mengembangkan usaha mereka dan membantu menggerakan roda perekonomian.

Namun, kebijakan ini juga menimbulkan kontroversi. Beberapa pihak mengkritik keputusan Mendag Zulhas ini sebagai bentuk pembiaran terhadap impor barang bekas yang dapat merusak industri tekstil dalam negeri. Sebab, industri tekstil dalam negeri saat ini sedang mengalami kesulitan karena persaingan dengan produk impor yang lebih murah. Dampaknya, banyak perusahaan di dalam negeri yang terpaksa gulung tikar.

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dan memberikan dukungan pada industri tekstil dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga dapat membantu mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan oleh para pedagang di tengah pandemi COVID-19. Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang setiap keputusan yang diambil.

Kebijakan yang diambil haruslah menguntungkan semua pihak dan tidak merugikan industri dalam negeri. Perlu ada solusi jangka panjang yang dapat membantu meningkatkan perekonomian tanpa merusak industri dalam negeri. Kira-kira Anda sebagai penjual pakaian bekas impor menerima kebijakan yang diterapkan oleh Mendag Zulhas?

Berita Terkini

Ngeri Nih! Investasi EBT di AS Anjlok 36 Persen Akibat Kebijakan Baru

Laporan BloombergNEF mencatat bahwa investasi EBT di AS mengalami penurunan tajam sebesar 36 persen pada paruh pertama 2025. Total investasi hanya mencapai US$20,5 miliar, turun signifikan dibandingkan periode enam bulan sebelumnya. Anjloknya investasi ini dipicu oleh perubahan kebijakan Presiden Donald Trump yang memangkas subsidi bagi energi angin dan surya. Padahal, kedua sektor ini sebelumnya menjadi […]

Read More
Berita Terkini

Asyik! Investasi UMKM Berbasis Sawit dapat Dukungan BPDP untuk Inovasi dan Pembangunan Ekonomi

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung investasi UMKM berbasis sawit. Melalui partisipasinya dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2025, BPDP memperkenalkan berbagai produk inovatif yang memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan dasar, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan UMKM. Investasi UMKM Berbasis Sawit: BPDP Dukung Produk Turunan Sawit yang […]

Read More
Berita Terkini

Kenaikan Tipis Harga Batu Bara Setelah Enam Hari Penurunan Beruntun, Kenapa?

Harga batu bara di pasar internasional mengalami kenaikan tipis setelah enam hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada Rabu (13/08/25), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di angka US$111,7 per ton, menguat sebesar 0,09% dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun terjadi kenaikan tipis, harga batu bara masih menunjukkan penurunan sebesar 2,36% dalam […]

Read More