Tjandra Limanjaya Berbicara Klasifikasi Mutu Batubara

Tjandra Limanjaya – Beliau adalah seorang pengusaha yang sangat sukses, beliau juga seorang inventor. Beliau memegang kendali beberapa bisnis di Indonesia, dan beliau sangat membutuhkan batubara sebagai bahan utamanya.

Keadaan batubara saat ini di Indonesia menguat walaupun saat ini wabah virus Covid-19 masih eksis di perbincangkan. Pengusaha sukses Tjandra Limanjaya menjelaskan pada waktu yang lalu jikalau, saat ini harga batubara sempat ditutup menguat. Tak hanya menjelaskan bahwa harga batubara Bapak Tjandra Limanjaya juga menjelaskan tentang klasifikasi mutu batubara.

Batubara adalah?

Batubara
Batubara (kompas.com)

Batubara adalah bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuh-tumbuhan jaman dahulu sejak 100-400 juta tahun yang lalu. Energi dari batubara yang sering kita dengar pada saat ini berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah menyerap energi dari sinar matahari pada jutaan tahun yang lalu. Seperti yang diketahui bahwa tumbuhan menyerap energi dari sinar matahari, mengolahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis.

Klasifikasi Mutu Batubara Menurut Tjandra Limanjaya

Dalam hal ini beliau Tjandra Limanjaya mengatakan bahwa batubara dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Pertama yaitu batubara diklasifikasikan menurut peringkatnya (rank). Kedua, klasifikasi menurut kualitas/kadarnya (grade).

Tjandra limanjaya menjelaskan sistem klasifikasi batubara menurut peringkat (rank) dari yang rendah (lignite). Lignite sendiri mempunyai arti jenis batubara kualitas rendah dengan warna yang kecoklatan.

Klasifikasi by Rank

Ada juga istilah jenisnya dengan nama Sub-bituminus. Tersebut mempunyai arti jenis batubara kualitas sedang kata Tjandra Limanjaya. Kualitas tersebut di tengah-tengah antara lignite dan bituminous. Beliau mengatakan batubara jenis ini sangat cocok untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Selanjutnya Beliau Tjandra Limanjaya melanjutkan ada kelas Bituminus dan Antrasit. Batubara jenis ini adalah kelas tertinggi. Berwarna yang hitam pekat, dan sebagian ada yang sedikit kecoklatan. Untuk kelas Antrasit sendiri biasanya digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang memiliki grade yang tinggi dan Ultra high grade.

Tjandra Limanjaya Menuturkan bahwa peringkat suatu kelas batubara ditentukan oleh parameter VM, FC, dan, CV (nilai kalori) yang dilaporkan atas dasar dry-mineral matter free (dmmf) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

1. Kadar FC :    % FC dmmf  = 100(FC-0,15S) / (100-(M+1,08A+0,55S)

2. Kadar VM :  % VM dmmf  = 100 – % FC dmmf

3. CV (nilai kalori), Btu :  CV dmmf  = ((CVx1,80)-(50xS))/100-((1,08xA)+(0,55xS))x100

Klasifikasi by Grade

Sistem klasifikasi by Grade (menurut kualitas) sebuah batubara tutur Tjandra Limanjaya bisa ditentukan oleh parameter berikut:

Sebaran atau ukuran partikel maksimum (size consist or maximum size),

Kadar air-lembab (% TM atau IM),

Abu (% A),

Belerang (% S),

Nilai kalori (CV, kcal/kg atau Btu),

Warna (coklat = brown dan hitam = black coals), atau

Lithotype/petrografi (cerah = bright atau kusam = dull).

Baca Juga: Pengusaha Tjandra Limanjaya dan Para Kolega